ENTOK SLENGET KANG TANIR

Mencicipi Kuliner Entok Pedas nan Langka dari Daerah Turi, Jogja
Dagingnya yang alot dan sulit diolah membuat banyak orang manyerah. Tapi di tangan Kang Tanir, entok atau itik manila ini takluk jua. Ia siap menantang penggila pedas untuk mencoba sensasi pedas semlengetnya yang tak biasa.



Harga                 = Rp 20.000 / porsi (termasuk minum)
Buka setiap hari = 16.30 WIB - habis
Lokasi:
Pasar Agropolitan Pules, Donokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta, Indonesia

Udara sejuk khas Jogja utara menemani kami untuk sampai di Pasar Agropolitan Pules, Turi sore itu. Di tempat inilah penawar rasa penasaran akan kuliner khas Turi yang telah tersohor seantero Jogja berada, Entok Slenget Kang Tanir. Perjalanan sekitar 30 menit dari Monumen Jogja Kembali lewat Jalan Palagan Tentara Pelajar pun kami tempuh tanpa terasa.

Sesampainya di sana, Kang Tanir telah menunggu para pembeli di depan tungku masaknya. Dengan sumringah, ia langsung menyapa dan menanyakan pesanan, lengkap dengan level pedas yang dimau, termasuk kepada kami. Usai memesan, tempat duduk lesehan yang persis berada dibelakang tempat Kang Tanir memasak pun jadi pilihan. Dari sini, siluet gerak-gerik gesitnya ketika menyajikan pesanan untuk para pembeli dapat terlihat.

Kang Tanir mulai menaklukan si Cairina moschata ini sejak tahun 2006 silam. Sebelum itu, tak banyak orang yang mau mengolah dagingnya lantaran teksturnya cenderung lebih liat. Alot istilahnya. Namun di tangan Kang Tanir, itik besar dari daratan tropis Amerika ini berhasil diubah menjadi hidangan lezat yang selalu sukses menggoyang lidah. Bahkan, orang rela jauh-jauh datang hanya demi merasakan sensasi slengetan daging entok yang unik dan langka.

Lima belas menit menunggu, akhirnya seporsi entok slenget pun datang menggoda. Nasi putih yang masih mengepul menjadi pendampingnya. Terasa begitu pas ketika dipadu dengan daging entok, lalapan daun kubis dan mentimun segar yang dipotong dadu. Aromanya yang kuat berhasil membangunkan selera makan. Tanpa menunggu lagi, makanan lezat ini langsung saja kami santap, mumpung masih hangat.

Dari penampilannya, sekilas entok slenget ini mirip semur, berkuah pekat tanpa santan. Yang membedakan slengetan entok ini dari semur adalah rasa pedas menyengatnya yang menggigit lidah. Sebelum dimasak slenget, entok yang telah dipotong dadu ini diungkep terlebih dahulu. Itulah rahasia mengapa teksturnya menjadi lebih empuk dan nikmat. Baru setelah itu, daging dimasak dengan cara direbus ulang di atas tungku bersama rempah-rempah, kecap dan ulekan cabai rawit sesuai dengan permintaan.

Selain daging entok yang lezat, hati ampela serta balungannya pun tak luput diolah. Balungan ini juga menjadi menu favorit. Proses pengolahan keduanya hampir sama, namun sensasi menikmati daging berbumbu di sela-sela tulang itu yang istimewa. Satu lagi yang pasti membuat penikmat kuliner kalap adalah khusus untuk balungan, porsinya akan jauh lebih banyak.

Dalam sehari, Kang Tanir dapat menghabiskan 12 hingga 15 ekor entok. Jangan kira daging entok sebanyak ini akan habis dalam waktu seharian. Warung ini buka dari pukul 16.30 WIB. Selang tiga jam saja, terkadang tulisan tanda habis telah dipasang. Jadi, bila memang ingin mencoba nikmatnya slengetan entok ini, lebih baik datang saat warung baru buka. Jika tidak, mungkin kita akan kehabisan.

Sejuknya kawasan Pasar Agropolitan Pules menambah nikmat sajian entok ini. Rasa pedas-gurihnya nyamleng, membuat suapan demi suapan rasanya tak bisa dihentikan, lidah terus bergoyang dan perut menjadi benar-benar kenyang. Sampai akhirnya, kami pun memutuskan pulang dengan perut dan lidah yang girang.

Sumber: https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-culinary/entok-slenget-kang-tanir/

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "ENTOK SLENGET KANG TANIR"

Posting Komentar